9/12/2008

Puisi: Kalau Malam Tak Tidur

Bila Malam tak Tidur

Tangis bayi
desau daun-daun
intel terpaku menatap waktu

Larut telah jatuh. belum juakah kamu rebahkan tubuh?

Dan murung uir-uir. sebelum tatih langkah. kamu pernah bertanya,
di bukit sebelah mana kita akan bicara soal rindu?
kamu tak berkata wacana diam. tapi kering memanjang.
tungkainya jadi tiang pucat yang menyapamu
sebagai gundah; selalu kupuja gerimis. dan dirimu
yang berjalan tengah malam
di bawah gelap dan laron-laron, ada yang berkata
siapakah itu yang terjerembab dalam kabut
ah, di rahimku isu terkini telah tua. gerombolan kanak-kanak sungai
hanya segambar langit yang rapuh.
meski bersenja-senja kutunggu engkau di sana
mengantarkan kisah wacana dusun. ibu renta yang kesepian
menanti bujang-bujang hanyut di rantau

Inilah riwayat malam. seorang kekasih yang dingin
dalam gigil ngalau dan harau ia sulam bermacam-macam pantun
tapi sapanya lengang. lingkarang gelanggang hilang tarian
suluh-suluh padam. hanya sisa ratok yang berlantunan
di lahir sulit bertemu
di batin tolong tumpangkan

Larut telah jatuh. belum juakah kamu rebahkan tubuh?

Engkau memang tak bercerita wacana penungguan. sudut tepian
yang merentangkan gelisah dikala tidur menahun tangis
namun gerimis itu turun dikala malam
jatuh ke tanah yang kamu jengkal dari mimpi-mimpi tua
saya rindukan ada yang singgah
menggoyang ranjang. atau menyingkap hasrat yang pualam
di sini gemetar akan berbisik kepadamu. wahai, masuklah!
lantunkan nyanyian di bawah bulan. wacana rama-rama putih
yang lincah. akulah kekasih yang dingin!

Dan kita telah bangkit di bukit itu meski tak bicara soal rindu
kering terus memanjang
kamu lihat pimping berpatahan. ilalang mersik
kita tetap saja tak berkata-kata

Larut telah jatuh. belum juakah kamu rebahkan tubuh?

Tangis bayi
desau daun-daun
intel terpaku menatap waktu.

Payakumbuh, 2008
 di bukit sebelah mana kita akan bicara soal rindu Puisi: Bila Malam tak Tidur
Puisi: Bila Malam tak Tidur
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Jatuh Cinta

Sumber http://www.sepenuhnya.com/
Comments

Add Your Comment
EmoticonEmoticon