7/02/2010

Aku Seorang Pemimpi

 Nama seseorang diberikan oleh orang tuanya dengan banyak sekali alasan Aku Seorang Pemimpi

Nama seseorang diberikan oleh orang tuanya dengan banyak sekali alasan, dari alasan yang sederhana hingga yang rumit. Ada pula yang menyampaikan bahwa nama ialah do'a sekaligus harapan bagi pemiliknya. Dan mungkin inilah alasan mengapa saya diberi nama Mukhsinin. Sebuah kata yang diambil dari bahasa Arab yang jikalau diartikan secara sederhana berarti "orang-orang yang berbuat kebajikan". Namun orang terdekat dan sahabat-sahabat saya lebih sering memanggil dengan sebutan Sinin.

Saya ialah orang yang percaya dengan kekuatan mimpi. Bagi saya mimpi bisa menjadi kekuatan yang luar biasa. Nah, sebelum kita membahas wacana mimpi ada baiknya kita mengetahui apa sesungguhnya mimpi itu. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, mimpi ialah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama dikala tidur yang disertai gerakan mata yang cepat.

Namun mimpi di sini bukanlah bunga tidur yang biasanya dialami ketika kita tidur, melainkan mimpi yang besar atau impian. Impian ialah sesuatu yang benar-benar diinginkan, baik berupa bahan maupun non bahan sehingga seseorang bersedia bekerja keras untuk mewujudkannya. Impian bukan sekedar keinginan tapi hasrat seseorang, sesuatu yang bisa memotivasi. Impian bisa disamakan dengan tujuan.

Bagi saya mimpi itu bisa memperlihatkan dan mendorong kita untuk mencapai tujuan. Bahkan apa yang saya lakukan kini berawal dari mimpi. Namun bukan sekedar bermimpi, alasannya bermimpi tanpa perjuangan itu sama saja dengan bermimpi ketika tertidur namun enggan terbangun.

Banyak orang takut untuk bermimpi, ada yang menyampaikan bahwa kalau punya mimpi jangan tinggi-tinggi, nanti kalau jatuh sakit. Coba kita pikirkan lagi kata kata itu. Jika hanya bermimpi saja kita takut bagaimana kita akan berani untuk mengejar tujuan? Toh, mimpi itu gratis kenapa gak mimpi yang setinggi-tingginya? Mimpi tinggi dan rendah semuanya juga mimpi dan juga semuanya gratis.

Saya masih ingat ketika awal tahun kemarin menonton sebuah program yang narasumbernya Ustadz Yusuf Mansur, dia menyampaikan bahwa kita harus punya mimpi yang besar alasannya Allah SWT tidak pernah membatasi mimpi seseorang. Allah itu Maha Besar jadi sebesar apapun harapan kita, bagi Allah itu kecil untuk membuatnya menjadi nyata. Beliau menuturkan kalau punya mimpi masuk akademi tinggi idaman itu belumlah mimpi besar, namun bermimpilah untuk menjadi Rektor di akademi tinggi itu.

Dalam sebuah bukunya M. Anis Matta yang berjudul Model Manusia Muslim Abad 21 menyampaikan bahwa, mimpi sesungguhnya ialah ruang yang selalu mendahului kenyataan dan tidak ada satu kenyataan yang terbentuk dalam diri seseorang diluar mimpi-mimpinya. Ini lah mengapa mimpi itu penting alasannya selain memberi dorongan dan motivasi, mimpi juga membantu kita memilih arah yang akan kita tuju. Bisa dibilang mimpi itu membantu meramalkan masa depan kita.

Dalam hidup saya mengakibatkan mimpi sebagai pemacu perjuangan untuk mencapai tujuan yang saya impikan, alasannya mimpi punya kekuatan luar biasa yang bisa memberi kita kekuatan lebih untuk berusaha. Entah esok atau kapan saya yakin impian-impian saya sekaramg akan menjadi kenyataan, jikalau saya mau berusaha dengan keras untuk mewujudkanya. Hal yang paling penting untuk mewujudkan harapan ialah ridho Allah dan kedua orang tua. Kaprikornus sesibuk dan sesusah apapun proses meraih mimpi, jangan hingga lupa kepada Allah dan juga orang tua. 
Comments

Add Your Comment
EmoticonEmoticon