Mengenal Lebih Jauh Perihal Advertorial
Dalam dunia bisnis dan pemasaran ketika ini, promosi atau mengiklankan produk menjadi hal yang amat penting bagi sebuah perusahaan atau para penyedia jasa. Hal ini tentunya demi memasarkan dan menjual barang atau jasa hasil produksi. Salah satu cara yang sanggup dipakai sebagai sarana promosi yaitu dengan memakai Advertorial.
Advertorial merupakan bentuk periklanan yang disajikan dengan gaya bahasa jurnalistik. Advertorial berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris Advertising dan Editorial. Advertising (periklanan) yaitu penyajian bahan secara persuasif kepada publik melalui media massa dengan tujuan untuk mempromosikan barang atau jasa. Sedangkan editorial yaitu pernyataan perihal opini yang merupakan perilaku resmi dari redaksi. Advertorial sanggup pula diartikan sebagai goresan pena yang dibentuk untuk kepentingan-kepentingan tertentu.
Beberapa definisi advertorial berdasarkan para hebat diantaranya:
- Sudiana (1984:1), Advertorial yaitu bentukan dari iklan dan tajuk rencana. Pengertian iklan sendiri, berdasarkan Dendi Sudiana, merupakan bab dari reklame yang berasal dari bahasa Prancis, RE-clamere yang berarti meneriakan berulang-ulang.
- Arens (1992:15), Advertorial yaitu suatu bentukan separuh iklan separuh tajuk rencana, bertujuan untuk memunculkan opini public dari pada menjual hasil produk.
Jenis Advertorial
Jenis advertorial dibedakan berdasarkan bahan pesan yang disampaikan dalam penulisannya. Berikut yaitu beberapa jenis advertorial:
- Advertorial produk. Dalam penulisannya, membahas mengenai produk-produk apa saja yang ingin disajikan ke masyarakat.
- Advertorial jasa. Dalam penulisannya, menyajikan jasa yang ditawarkan pada khalayak.
- Advertorial korporat (perusahaan). Dalam penulisannya, membahas mengenai keberadaan dan acara suatu perusahaanatau instansi yang bersangkutan.
- Advertorial pemerintahan. Dalam penulisannya, membahas mengenai acara di bidang pemerintahan atau potensi suatu daerah.
Sifat Advertorial
Beberapa sifat advertorial antara lain:
- Informatif : bersifat memberitahukan atau memperkenalkan produk, jasa, dan kegiatanyang ditawarkan. Advertorial informatif ini memakai gaya penulisan langsung(straight news).
- Eksplanantif : bersifat menjelaskan dan menguraikan produk, jasa, dan acara secara langsung.
- Interpretif : bersifat menginterpretasikan informasi atas produk, jasa, dan acara yang dilakukan dengan memperlihatkan sejumlah komentar atau keterangan.
- Persuasif : bersifat membujuk khalayak untuk mengikuti apa yang dikehendakipenulis.
- Influentif : bersifat mendorong adanya agresi dari khalayak dan mengarahkan timbulnya tindakan.
- Memuji : Bersifat memperlihatkan kebanggaan atasinformasi yang diberikan semoga khalayak menjadi tertarik.
- Argumentatif : bersifat menandakan sesuatu dengan dukungan argumen dan uraian-uraian analitis.
- Eksploratif : bersifat mengungkap dan menjelaskan secara mendalam informasi yang diberikan pada khalayak. Lebih menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana.
Tujuan dan Fungsi Advertorial
Tujuan utama dari advertorial yaitu untuk memperkenalkan serta mempromosikankegiatan, produk, atau jasa dari suatuperusahaan kepada khalayaknya. Fungsi utama dari advertorial yaitu untuk pendamping, penerjemah, sekaligus penafsir iklan yang terdapat di media massa.
Anatomi Advertorial
Penulisan advertorial sama dengan penulisan jurnalistik, dengan memakai sistem 5W+1H yang strukturnya terdiri dari:
- Pembuka (Intro). Pada bab pembuka, advertorial memiliki fungsi untuk menarik perhatian pembaca terhadap artikel tersebut. Penulisan intro sanggup memakai gaya bahas naratif, deskriptif, pertanyaan, epigram,kutipan, atau sapaan.
- Tubuh karangan merupakan bab isi dari advertorial itu. Tubuh karangan menceritakan secara mendetail informasi yang ingin disampaikan dalam advertorial tersebut.
- Penutup karangan berupa kllimaks dari isi advertorial tersebut. Klimaks sanggup berupakejutan, pertanyaan, pernyataan, ataukesimpulan.
- Struktur penulisan sanggup memakai piramida terbalik (dengan titik utamanya terletak pada bab pembuka), struktur piramida biasa (titik utamanya terletak di akhir), dan struktur kronologis (menceritakan berdasarkan urutan waktu).
- Jembatan penulisan yang diperlukan sanggup menjaga kesinambungan informasi yang diberikan mulai dari bab pembuka hingga bab penutup.
