10/04/2012

Mimpi Mengunjungi 1000 Masjid

Bondan Prakoso & Fade 2 Black lewat salah satu lagunya bilang hidup berawal dari mimpi. Hal ini alasannya yaitu dalam hidup seseorang selalu berusaha untuk mewujudkan banyak sekali mimpi (impian) yang dimiliki. Begitupun saya yang mempunyai segudang mimpi yang sedang menanti untuk diwujudkan. 
Salah satu mimpi yang saya miliki ialah mengunjungi 1000 masjid yang akan diakhiri dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Mimpi ini saya sanggup ketika awal-awal saya tinggal di kota pempek, Palembang. Mungkin ada yang beranggapan mimpi saya ini sebagai mimpi yang aneh, kurang kerjaan, buang-buang waktu, atau bahkan sia-sia. Tapi terserah apapun pendapat orang, yang terperinci bagi saya mengunjungi 1000 masjid merupakan hal yang sangat berarti. Karena ini bukan sekedar ajang pamer, atau iseng belaka namun mengunjungi 1000 masjid yaitu perjalanan hati. 

Tujuan saya ingin mengunjungi 1000 masjid diantaranya yaitu untuk mengetahui lebih banyak perihal banyak sekali masjid di dunia ini, alasannya yaitu tentu setiap masjid punya keunikan, suasana dan keadaan tersendiri. Bahkan antara satu masjid dengan masjid yang lain selalu punya perbedaan, meskipun intinya semua sama. Yaitu sebagai rumah ibadah bagi umat islam atau juga sering disebut sebagai rumah Allah. 

Selain itu saya juga ingin berguru berkomunikasi dengan banyak sekali orang yang saya temui di setiap masjid yang saya kunjungi. Mungkin alasannya yaitu saya ingin tahu lebih banyak perihal karakter, kultur, budaya dan tradisi yang ada di suatu tempat. Jujur saja, saya sangat tertarik untuk berinterasksi dengan orang-orang baru. Yahhhh, klo ini sih anggap saja sebagai bonus. 

Hari ini, tepatnya 16 juni 2016 atau 12 Ramadhan 1437 dalam perjalan menuju ke masjid untuk tarawih usai buka bersama. Saya bercerita perihal mimpi saya mengunjungi 1000 masjid dan masjid mana saja yang sudah saya kunjungi kepada seorang teman, namanya Angga. Dia bertanya apakah saya sudah menghitungnya. Tentu saja saya belum pernah menghitung berapa jumlah masjid yang pernah saya kunjungi. 

 Hal ini alasannya yaitu dalam hidup seseorang selalu berusaha untuk mewujudkan banyak sekali mimpi  Mimpi Mengunjungi 1000 Masjid
Para jamaah sedang mendengarkan kultum yg disampaikan H. M. Taufik Rachman SH. 

Akhirnya Angga menyarankan saya untuk mulai menghitung masjid yang saya kunjungi juga mencatatnya. Bahkan kalau perlu difoto, biar ada bukti autentik kalau saya pernah kesana. Saya pikir itu yaitu wangsit brilliant, sekigus saya sanggup mengisi blog butut saya ini. Kaprikornus mulai kini saya akan berusaha menuliskan masjid mana saja yang saya singgahi. Entah hanya sekedar mampir atau lainya. 

Kebetulan hari ini yaitu pertama kalinya saya sholat tarawih di Masjid Besar Nurhidayah. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menginjakan kaki di masjid ini. Masjid Nurhidayah terletak di jalan Demang Lebar Daun, komplek Pakjo, Palembang. Tepatnya di depan taman PKK, samping Rumah Sakit Siti Khodijah. 

Kebetulan sekali ketika kami tiba imamnya sedang mengisi kultum sholat isya', tentu saja kami sangat bangga alasannya yaitu belum tertinggal untuk tarawih. Karena sebelumnya kami telah sholat isya' di daerah lain, kami eksklusif saja duduk diantara para jamaah yang sedang mendengarkan kultum. Saat itu kultumnya yaitu perihal taubat yang disampaikan oleh H. M. Taufik Rachman SH. Kamipun turut mendengarkan kultum dengan wajah serius. 

"Bertaubat tidak usah menunggu, alasannya yaitu kita tidak pernah tau kita akan mati," terperinci ustadz Taufik. 

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Rasulullah saja yang dimaksumkan dan diampuni  dosanya  oleh Allah, bahkan telah menerima jaminan nirwana masih beristigfar sekurang-kurangnya 70 kali dalam sehari. Lalu bagaimana dengan kita yang mempunyai banyak sekali dosa? Maka dari itu sudah sepantasnya kita juga selalu bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. 

 Hal ini alasannya yaitu dalam hidup seseorang selalu berusaha untuk mewujudkan banyak sekali mimpi  Mimpi Mengunjungi 1000 Masjid
Suasana tarawih di Masjid Nurhidayah, Kamis (16/6/16)

Usai shalat tarawih saya sedikit meluangkan waktu membaca aktivitas imam tarawih di masjid Nurhidayah. Ketika saya sedang galau membaca aktivitas tarawih, alasannya yaitu tidak tahu malam keberapa. Ada seorang bapak yang bangkit di samping saya dan bertanya "siapa besok imamnya?". Dengan sok tau saya menyebutkan salah satu nama yang ada di jadwal. Namun sehabis bapak itu pergi bergotong-royong saya tidak yakin tanggapan yang tadi saya berikan. 

 Hal ini alasannya yaitu dalam hidup seseorang selalu berusaha untuk mewujudkan banyak sekali mimpi  Mimpi Mengunjungi 1000 Masjid
Suasana Masjid Nurhidayah usai sholat tarawih, Kamis (16/6/16)

Beberapa ketika kemudian tiba lagi seorang bapak yang juga ingin mengetahui imam esok malam. Akhirnya kami bersama mencari siapa bergotong-royong imam besok malam. Saat itulah saya gres tahu bahwa imam hari ini yaitu ustadz H. M. Taufik Rachman SH. Dan tanggapan saya kepada bapak yang sebelumnya salah besar. Lagi dan lagi ini terjadi alasannya yaitu sok tau. 

Yah itulah sedikit ceritaku kali ini. Tunggu ya cerita-ceritaku berikutnya. Dan terima kasih buat yang sudah mau membaca ceritaku yang gak terperinci ini. 
Comments

Add Your Comment
EmoticonEmoticon