Ternyata Ini Diam-Diam Memakai Body Language Semoga Sukses Ketika Presentasi
Berbicara di depan umum bisa jadi merupakan hal sulit untuk dilakukan bagi seseorang. Seperti halnya mendengar, berbicara juga memerlukan keterampilan khusus untuk menunjangnya. Jika sobat ingin mengetahui lebih banyak perihal mendengarkan, sobat bisa membaca 9 Rahasia Menjadi Pendengar yang Baik. Menjadi pembicara di depan umum yang handal tentunya tidak bisa begitu saja diperoleh tanpa melewati jam terbang serta pengalaman yang tinggi. Sebagai persiapan berbicara di depan umum sobat bisa membaca 11 Langkah Sukses Public Speaking.
Salah satu faktor yang menjadi penunjang keberhasilan ketika melaksanakan presentasi di depan audiens ialah menggunakan body language (bahasa tubuh) yang tepat. Saat berbicara di depan umum kita dituntut untuk berada dalam posisi yang memberikan perilaku berani dan percaya diri sementara disisi lain masih tetap cukup rendah hati biar korelasi dengan audiens tetap terjaga dengan baik. Body language merupakan bab dari komunikasi nonverbal, kalau tertarik mengetahui lebih perihal komunikasi nonverbal sobat bisa membaca Fungsi Komunikasi Nonverbal. Lalu menyerupai apa body language yang harus dilakukan ketika kita presentasi?
Berikut ini diam-diam menggunakan body language biar sukses ketika presentasi:
Percaya diri merupakan modal awal yang sangat penting untuk melaksanakan presentasi Untuk meningkatkan kepercayaan diri selama presentasi, kita perlu bersikap dan menciptakan postur badan yang terbuka, yaitu dengan membuka (membusungkan) dada dan lengan serta bangkit dengan mantap dan tegak lurus. Selain sanggup meningkatkan kepercayaan diri, posisi ini akan menciptakan kita bernapas dengan lebih baik dan merasa lebih rileks.
Saat kita merasa tidak percaya diri biasanya badan akan merespon dan melaksanakan reaksi menyerupai posisi badan sedikit membungkuk, tatapan cenderung kebawah, kadang tanganpun berkeringat. Kita bisa merubah perasaan takut, grogi dan minder dengan merubah perilaku dan postur tubuh. Karena pada dasrnya fikiran dan badan merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi.
Menampilkan kesan pertama yang baik dengan pertanda kepercayaan diri kita dengan perilaku dan postur badan ialah pilihan sempurna memulai presentasi sukses. Karena dengan begitu audiens akan memandang kita sebagai seorang yang kredibel dan layak untuk di dengar.
2. Berikan senyuman
Memberikan senyuman tampaknya hal yang sangat sederhana. Namun senyuman ialah cara ampuh untuk menciptakan audiens merasa nyaman. Tersenyum ialah senjata kita yang paling kuat. Penampilan visual yang paling gampang dilihat ialah wajah kita. Dan bab wajah yang paling bisa pertanda bahwa kita ramah atau tidak ialah senyuman kita.
Berikan senyuman yang lapang dada dari hati, bukan senyuman formalitas. Apakah senyuman yang diberikan seorang kasir di sebuah mini market sama dengan senyuman yang diberikan sahabat ketika bercanda? Tentu saja berbeda, dan kita bisa menilai mana senyuman yang lapang dada dan mana yang hanya sebagai formalitas. Begitupun para audiens, mereka sanggup mengetahui arti senyuman kita.
3. Gerakan lengan dan tangan serta lakukan kontak mata
Apa yang harus dilakukan ketika audiens mulai tidak memperhatikan kita? Kita sanggup menggerakkan tangan dan lengan secara natural, ini akan menciptakan perhatian mereka beralih ke kita. Selain itu ketika menjadi seorang pembicara kita perlu melaksanakan kontak mata dengan audiens. Kontak mata akan menciptakan audiens merasa dihargai dan dilibatkan dalam pembicaraan kita. Namun bagi seorang yang masih pemula menjadi pembicara di depan banyak audiens kontak mata bukanlah hal yang mudah, bahkan banyak orang takut untuk menatap setiap mata dari audiens. Padahal ini sangat penting dilakukan, biar komunikasi yang terjalin bisa terjadi dengan baik. Audiens akan sangat menyukai hal ini alasannya ialah mereka merasa dianggap ada, dan dihargai sebagai seorang pendengar.
4. Lakukan gerakan kecil yang tegas
Gerakan ini dimaksudkan untuk memberikan otoritas kita. Hal ini memang sangat dianjurkan tapi tidak untuk berlebihan. Lakukanlah gerakan seperlunya saja, tidak perlu berlebihan.Jangan lupa tetap damai dalam melaksanakan hal ini. Apabila berhasil maka orang akan mempercayai dan melihat kita sebagai orang yang percaya diri. Selain itu anda bisa melaksanakan gerakan original kita sehingga orang sanggup lebih mengenal kita.
5. Manfaatkan ruang
Ketika anda menjadi seorang pembicara di suatu ruangan tentu saja akan sangat berbeda ketika berbicara di atas panggung. Namun seorang pembicara tetap harus bisa menguasai ruang atau panggung. Akan terasa sangat membosankan bagi audiens ketika kita berpresentasi namun posisi kita tetap sama. Oleh alasannya ialah itu melaksanakan pergerakan dengan mengambil langkah kecil sangatlah penting ketika kita berpresentasi. Dengan melaksanakan langkah-langkah kecil tersebut, presentasi kita akan menjadi lebih hidup. Selain itu penonton akan lebih bahagia alasannya ialah mereka bisa mengalihkan pandangan mereka ke daerah yang berbeda sehingga tidak merasa bosan. Hal ini juga akan menciptakan kita terlihat bisa menguasai ruangan atau panggung dan bisa berinteraksi dengan baik dengan audiens.
Misalnya, kalau kita membicarakan tiga poin, bicarakanlah poin pertama ketika berada pada posisi pertama. Kemudian pindahkan 2 atau 3 langkah dan bicarakan poin kedua, begitupun poin ketiga. Dengan cara ini, kita melaksanakan gerakan yang meliputi ruang dan menemani apa yang kita sampaikan.
6. Gunakan gerakan yang bervariasi
Dalam poin sebelumnya disebutkan kalau menggunakan gerakan tangan dan lengan akan menciptakan presentasi kita lebih menarik. Tetapi itu saja tidak cukup, kita perlu melaksanakan banyak sekali macam gerakan biar perhatian audiens tetap tertuju pada kita. Lakukan kombinasi gerakan dari tangan, lengan dan kepala. Lakukan juga gerakan yang lebih luas sesuai style anda, biar menjadi ciri khas dimata audiens.
7. Manfaatkan properti pendukung
Ketika melaksanakan persentasi dengan menggunakan sebuah slide tentu saja audiens bukan hanya akan memperhatikan pembicara, tetapi juga slide yang disajikan. Bagaimana mereka bisa terus memperhatikan pergerakan slide anda? Anda bisa menggunakan gerakan menunjuk ke arah slide atau menggunakan alat bantu menyerupai laser pointer. Dengan begitu, audiens akan memperhatikan pergerakan slide anda.
Misalnya pada ketika ingin menekankan satu bab penting dari materi, selain dengan menggunakan intonasi nada yang berbeda, kita juga bisa menggunakan trik dengan menunjuk bab penting tersebut pada slide prensentasi. Dengan melaksanakan gerakan tersebut secara otomatis penonton akan melihat kemana arah yang kita tunjuk sehingga perhatian audiens lebih terpusat kepada bab yang ingin ditekankan.
8. Gunakan gerakan terbuka dan berjalan ke arah audiens
Gerakan ini sangat mempunyai kegunaan untuk meningkatkan partisipasi dari audiens. Presentasi kita tentu akan terasa monoton tanpa adanya partisipasi audiens. Ketika anda persentasi atau memberikan sebuah bahan jangan hanya terfokus pada materi, hal itu akan menciptakan audiens anda bosan. Cobalah untuk berbaur dan menyatu dengan audience anda.
Sekekali kita perlu mendekati audiens dan mengajak mereka berinteraksi atau melaksanakan sebuah obrolan sederhana. Ikut sertakan audiens dalam setiap acara yang kita lakukan pada ketika persentasi sehingga audiens merasa keberadaanya sangat penting dan diakui. Memang butuh sedikit perjuangan lebih untuk melibatkan penonton dalam presentasi kita.
9. Tenang dalam menjawab pertanyaan
Dalam sebuah diskusi tentu saja pertanyaan ialah elemen terpenting, alasannya ialah dengan adanya sebuah pertanyaan yang diajukan maka akan terbentuk suatu dialog. Pertanyaan dari audiens sendiri tentu saja bermacam – macam. Tidak jarang pembicara mendapat pertanyaan yang mungkin terbilang sulit dan sukar dijawab.
Saat berusaha menjawab pertanyaan yang cukup sulit langkah awal yang perlu dilakukan ialah tetap terlihat tenang, ambil jeda dan bernafas perlahan, hal ini akan memberi kita waktu untuk berfikir dan mencari jawaban. Setelah melaksanakan hal tersebut, kita bisa berusaha menjawab pertanyaan yang sulit tersebut dengan menatap mata penanya. Dengan gerakan ini pertanyaan yang sangat susah akan terlihat gampang bagi anda.
10. Gunakan Gerakan positif
Untuk menciptakan penonton tertarik kepada presentasi kita, menggunakan gerakan postif sangatlah penting. Gerakan positif ini bisa berupa anggukan, menirukan suatu gerakan, senyuman, dan lain-lain. Dengan melaksanakan gerakan positif ini penonton akan merasa lebih nyaman alasannya ialah semua yang kita berikan bersifat positif.
Melakukan presentasi di depan banyak audiens bukanlah hal mudah. Kita bukan hanya harus bisa menguasai semua bahan dengan baik, namun juga harus bisa menghadirkan hati dan pikiran para audiens dalam persentasi kita. Menggunakan body language ialah salah satunya cara mencapai kesuksesan prentasi. Sobat juga bisa membaca 5 Hal yang Dilakukan Komunikator Hebat dan Tips Sukses Komunikasi. Tentu saja untuk mempraktekannya butuh latian dan jam terbang yang banyak. Semoga bermanfaat, memperluas wawasan dan menambah pengetahuan bagi kita semua.
Sumber: dailyinfographic.com
