7/10/2016

7 Tehnik Bainstorming Untuk Membuatkan Kreativitas

Sebelum kita membahas lebih jauh perihal brainstorming ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu brainstorming. Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia Curah pendapat (brainstorming) ialah teknik kreativitas yang mengupayakan pencarian penyelesaian dari suatu persoalan tertentu dengan mengumpulkan gagasan secara impulsif dari anggota kelompok. 

Brainstorming adalah cara andal untuk menghasilkan banyak wangsit dalam waktu yang singkat, serta merupakan teknik yang umum dilakukan oleh banyak orang dalam memecahkan suatu permasalahan. Melalui brainstorming dapat menghasilkan ide-ide dan solusi kreatif dalam menghadapi suatu masalah. 

Brainstorming merupakan proses berpikir yang berusaha mencari solusi untuk menuntaskan persoalan melalui metode yang tidak umum, atau sebuah cara yang biasanya akan diabaikan oleh aliran logis. Ini sanggup membantu kita untuk keluar dari contoh pikir rutin, dan memandang sesuatu dari sudut pandang yang lain melalui cara-cara yang baru. Hal yang paling penting dalam sesi brainstorming adalah hindari kritik terhadap ide-ide yang dilontarkan. Ide -ide tersebut harus berfokus pada persoalan yang dihadapi, seluas mungkin, dan secepat mungkin dilontarkan. Munculnya kritik, penilaian atau analisis pada tahap brainstorming akan menghambat munculnya ide-ide, membatasi ide-ide kreatif untuk muncul ke permukaan. Analisis dan penilaian terhadap ide-ide sanggup dilakukan sesudah sesi brainstorming berakhir untuk memilih solusi yang terbaik untuk persoalan yang dihadapi.

Brainstorming sanggup dilakukan secara individual maupun dalam kelompok.
BRAINSTORMING INDIVIDU
Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa brainstorming secara individu menghasilkan lebih banyak wangsit dibanding brainstorming secara berkelompok. Hal ini disebabkan ketika melakukan brainstorming secara individu, seseorang sanggup lebih bebas dalam mengeluarkan ide-ide kreatif, dan tidak perlu mengkhawatirkan pendapat orang lain. Namun pengalaman dari orang terseut akan menjadi pembatas dalam melaksanakan brainstorming individu. Dalam brainstorming kelompok, pengalaman akan menjadi lebih luas, lantaran dalam kelompok terdapat orang-orang dengan latar belakang yang berbeda, pengalaman dari masing-masing individu akan memperkaya ide-ide yang dihasilkan.
Untuk mendapat hasil yang maksimal dari sesi brainstorming individu, pilihlah daerah yang hening dan nyaman untuk duduk dan berpikir. Minimalkan gangguan sehingga sanggup fokus pada persoalan yang dihadapi.
Brainstorming secara individu lebih efektif jikalau dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah yang relatif sederhana, sedangkan untuk persoalan yang lebih kompleks, brainstorming secara berkelompok lebih dianjurkan.

BRAINSTORMING KELOMPOK
Brainstorming secara berkelompok sangat bermanfaat untuk mencari solusi terhadap persoalan yang kompleks. Bila memungkinkan anggota kelompok brainstorming harus berasal dari banyak sekali disiplin ilmu sehingga sanggup mengambil laba dari pengalaman setiap anggota tim untuk mendapat ide-ide dari sudut pandang yang berbeda. Ide yang dilontarkan salah satu anggota tim sanggup menjadi umpan untuk munculnya ide-ide dari anggota yang lain. Saat satu anggota kehabisan ide, anggota lain sanggup membantu. Bersama anggota tim kita sanggup menyebarkan ide-ide secara lebih mendalam lagi, dan inilah laba yang tidak akan didapatkan jikalau kita melakukan brainstorming secara individual.
Brainstorming secara kelompok harus dilakukan dengan pikiran terbuka dengan semangat kebersamaan. Kelompok ini sebaiknya jangan terlalu besar, dengan jumlah anggota 5 hingga 7 orang sudah cukup efektif.

Setelah mengetahui apa itu brainstorming, kini kita akan membahas bagaiman tehnik untuk melaksanakan brainstorming secara individu. Berikut ini 7 Tehnik Bainstorming Untuk Mengembangkan Kreativitas:

1. Menulis bebas

Ambil selembar kertas kosong tanpa garis, Sobat sanggup memanfaatkan kertas fotokopi atau lainya. Lalu ambil alat tulis, Sobat sanggup menggunakan pena, pensil, krayon, atau apa pun yang berdasarkan Sobat terasa paling nyaman di tangan. Langkah selanjutnya, atur timer untuk memilih durasi brainstorming selama 15 menit, sobat sanggup memanfaatkan jam tangan, stopwatch, smartphone atau komputer Sobat.
Di penggalan atas halaman, tuliskan dengan hati-hati pernyataan perihal apa yang ingin Sobat selesaikan dengan brainstorming. Misalnya: "Saya sanggup membangun bisnis online dengan ..."
Ucapkan kata-kata yang Sobat tuliskan dengan lantang, perlahan, supaya hal tersebut terekam di pikiran Sobat. Kemudian mulai timer yang sudah Sobat atur sebelumnya dan tuliskan apa saja yang muncul di pikiran Sobat. Lupakan tata bahasa, tanda baca, ejaan, atau bahkan relevansi dengan persoalan yang sedang dipecahkan. Bila timer telah berhenti, maka Sobat harus berhenti menulis, kemudian bacalah apa yang telah Sobat tuliskan. Mungkin ada sebuah wangsit yang tepat disana!

2. Berbicara bebas

Jika Sobat lebih suka menggunakan indera pendengaran daripada kata-kata tertulis, Mungkin berbicara bebas ialah pilihan yang lebih baik. Berbicara bebas sama menyerupai menulis bebas, perbedaannya ialah pada instrumen atau alat bantu yang digunakan. Jika Sobat memustuskan menggunakan tehnik ini, Sobat sanggup menggunakan alat perekam terserah apapun bentuknya. Lalu mulailah membicarakan persoalan yang Sobat ingin selesaikan hingga waktunya berhenti.
Sekali lagi, mulailah dengan memutuskan persoalan sebagai awal kalimat, mulailah timer, dan mulailah berbicara. Jika sudah selesai Sobat sanggup mendengarkan rekaman yang sudah dibuat, mungkin ada wangsit yang luar biasa disana. Saat sedang berbicara jangan khawatir apakah itu masuk logika atau tidak, yang perlu dilakukan hanya bicara.

3. Asosiasi kata

Asosiasi kata terkadang juga sanggup menghasilkan wangsit bagus. Mulailah dengan menulis dua atau tiga kata yang relevan dengan persoalan yang ingin dipecahkan. Atur timer untuk memilih durasi, Sobat sanggup mengaturnya selama 5 atau 10 menit. Lalu mulailah menuliskan setiap kata yang muncul di pikiran Sobat. Biarkan satu kata atau gagasan mengarah ke hal lain. Saat timer habis itu artinya waktunya habis, lihatlah gagasan Sobat. Mungkin, ada beberapa permata di antara bangkai kapal tersebut.

4. Peta konsep

Peta konsep (minds maps) ialah sebuah alat visual untuk meningkatkan proses brainstorming. Pada dasarnya, sobat menggambarkan sebuah citra korelasi antara ide-ide. Sobat sanggup memulainya dengan menuliskan goal atau tantangan, dan memikirkanya secara bertahap. Tambahkan konten pada peta Sobat sehingga sanggup melihat secara visual.

Sobat sanggup memanfaatkan selembar kertas besar yang sanggup digunakan, juga kumpulkan alat tulis dan gambar, ditambah majalah atau sumber lain yang diperlukan. Mulailah dengan meletakkan bulat (atau bentuk lainnya) di tengah kertas dengan beberapa jenis gambar atau kata yang mencerminkan masalah. Kemudian mulailah mengisi peta dengan menggunakan apa saja (gambar, kata, simbol, warna) yang Sobat anggap penting untuk mengidentifikasi persoalan utama, biarkan solusi memancar dari persoalan utama.

5. Pertanyaan brainstorming

Terkadang, alasan mengapa kita mengalami persoalan dalam menemukan solusi ialah lantaran sama sekali tidak mengajukan pertanyaan yang tepat. Jadi, jikalau usa ha brainstorming yang dilakukan sepertinya tidak menghasilkan kemajuan, pertimbangkan untuk melaksanakan beberapa brainstormingterhadap pertanyaan itu sendiri.
Apakah kita sudah menanyakanya dengan benar? Pertanyaan apa yang akan menciptakan kita mendapat apa yang benar-benar ingin terjawab?


6. Membawanya tidur

Terkadang hal terbaik yang sanggup dilakukan untuk memecahkan persoalan ialah dengan membawanya tidur. Hal ini memungkinkan pekerjaan bawah sadar mengatasi persoalan dan tidak terganggu oleh kendali konkrit kita. Cara terbaik untuk melaksanakan hal ini ialah dengan menempatkan buku catatan dan pena atau sobat juga sanggup menggunakan perekam yang diselipkan di bawah bantal.
Sama menyerupai ketika kita tidur menyerupai biasa, namun sebelum tidur kita harus memikirkan persoalan yang ingin diselesaikan dan menetapkan niat bahwa kita akan mendapat solusinya ketika bangkit tidur. Setelah bangkit dari tidur dan sebelum memindahkan tubuh, cabutlah buku catatan atau alat perekam dan catat semua hal yang sanggup kita ingat.
menuliskanya sebelum memindahkan badan kita lantaran dengan banyak gerakan otot akan menghapus ingatan akan solusi. Baru sesudah mencatat semua yang diingat, kita sanggup bangkit dan bergerak-tapi kita tetap harus menyimpan buku catatan atau perekam, lantaran mungkin kita akan mengingat lebih banyak rincian ketika membaca ulang catatan yang sudah dibuat.

7. Dapatkan sumbang saran sobat

Jika Sobat sudah berusaha memunculkan wangsit kreatif namun tidak ada yang berhasil, cobalah bergaul dengan sahabat dan memecahkan masalahnya. Kita sanggup saling membantu untuk memecahkan masalah. Ini lebih gampang untuk memecahkan persoalan orang lain dan persoalan kita. Dan  mungkin saja Sobat menemukan solusi dari sebuah persoalan hanya dengan menjelaskan persoalan tersebut kepada teman, atau ketika ia memperlihatkan pertolongan ide. Sobat mungkin akan terkejut betapa mudahnya mendapat sebuah solusi dengan pertolongan mereka.

Sekian postingan kali ini tentang 7 Tehnik Bainstorming Untuk Mengembangkan Kreativitas. semoga bermanfaat, dan jikalau sobat ingin mengetahui perihal bagaimana melaksanakan komunikasi yang baik sanggup membaca 5 Hal yang Dilakukan Komunikator Hebat dan 7 C Komunikasi untuk Komunikasi Efektif.
Comments

Add Your Comment
EmoticonEmoticon