Lagu Burung Nuri
Setelah usang pembuangan. tersesal juga sabung dan dadu diri yang tercampak. sekarang kembali tersentak magek manandin yang dihidupkan burung nuri. di rimba-rimba senyap dari mimpi dan lagu pilu puti. masih teruskah kepedihan? saya pulang, subang bagelang!
Maka ketiadaan yang serimbun pantun. berjalan dia sepanjang abnormal dusun lubuk buaya dan padang serai. tiga dengan kampung koto tengah orang yang kaya bermaksud sampai. orang yang miskin patah di tengah terbayanglah segala rupa. juga pertunangan yang malang hari pagi. matahari tegak tali dan petang yang telah datang dia lecut bayang-bayang si biring yang disabung. gundu di genggaman janang magek manandin terusir dari kampung sendiri saya pulang, subang bagelang!
Sungguh hidup sekali masing-masing yang terbujur akan lalu. yang terbelintang akan patah maka berhilir-hilir waktu. berdesah sepoi angin entah berapa isu terkini rabab berbuai-buai. serta kucapi tingkah bertingkah di gelanggang adab tak ditinggalkan magek manandin telah kembali. menaruhkan laris orang berbudi melunasi komitmen subang bagelang
Dan di antara pertarungan biriang sanggonani dan gadih godanggo di antara sayup lagu burung nuri. dia merasa telah bertemu ilahi.
Payakumbuh, 2013
Diangkat dari kaba Magek Manandin. Sumber http://www.sepenuhnya.com/