4 Komponen Perumusan Taktik Komunikasi
Dalam hal penyampaian pesan, komunikasi tak pernah lepas dari orientasi efektifitas. Untuk mencapai efektifitas komunikasi maka diharapkan taktik operasional tertentu. Jika dihubungkan dengan komunikasi, taktik komunikasi bisa dikatakan sebagai suatu teladan pikir dalam merencanakan suatu aktivitas mengubah sikap, sifat, pendapat dan sikap khalayak, atas dasar skala yang luas melalui penyampaian gagasan-gagasan. Orientasinya terpusat pada tujuan tamat yang ingin dicapai, dan merupakan kerangka sistematis anutan untuk bertindak dalam melaksanakan komunikasi.[1] .
Ada beberapa komponen yang diharapkan sebagai perhitungan dalam menyusun sebuah taktik komunikasi supaya taktik yang akan diambil berjalan dengan tepat. Adapun komponen-komponen dalam menyusun taktik yang disampaikan oleh Onong Unchayana Effendy ialah:[2]
1. Mengenali Sasaran Komunikasi
Kita perlu mempelajari siapa yang menjadi sasaran komunikasi kita dalam hal ini yaitu khalayak. Tujuanya supaya pesan komunikasi sanggup hingga dan diterima oleh khalayak denan baik. Terdapat dua faktor yang harus diperhatikan pada diri khalayak sebagai komunikan berdasarkan Onong yaitu:[3]
- a. Faktor Kerangka Referensi
Faktor ini berkisar pada latar belakang pendidikan, gaya hidup, norma, ideologi, dan pengalaman komunikan/khalayak.
- b. Faktor Situasi dan Kondisi
Situasi komunikasi ketika komunikan akan mendapatkan pesan dan keadaan fisik serta psikis komunikan ketika mereka mendapatkan pesan.
Apabila khalayak tidak ditetapkan, maka berpotensi untuk timbul problem tujuan yang hendak dicapai-walaupun telah ditargetkan-tidak akan tercapai denan baik.
2. Pemilihan Media Komunikasi
Media komunikasi yang digunakan bisa banyak sekali macam pilihan, setiap organisasi sanggup menentukan mana yang paling sesuai dengan kondisi organisasinya. Dewasa ini banyak banyak sekali media yang digunakan sebagai sarana komunikasi, Onong mengklasifikasikan menjadi: media goresan pena atau cetakan, visual, aural, dan audio visual.[4] Lebih lanjut Anne Gregory memberikan bahwa Internet, Konferensi Video dan Audio, Survey dan Kuesioner juga merupakan salah satu media komunikasi.
Hal yang dihentikan dilupakan pada tahap ini yaitu bahwa sisi pesan juga harus diadaptasi dengan media yang dipilih. Selain itu, masih ada hal lain yang harus diperhatikan sebelum kita menetapkan media mana yang akan dipakai, yakni kapabilitas peserta pesan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang disampaikan Onong, bahwa dalam menentukan media harus dilakukan selektif dan sesuai dengan keadaan dan kondisi juga situasi khalayak.[6]
3. Tujuan Pesan Komunikasi
Seperti yang disampaikan Onong[7] tujuan pesan komunikasi terdiri atas “Isi pesan dan lambang. Lambang yang bisa dipergunakan untuk memberikan isi pesan komunikasi yaitu : Bahasa, gambar, warna, gestur. Sedangkan bahasa terdiri atas kata yang mengandung pengertian denotatif dan konotatif.”
Berdasarkan pendapat tersebut, kita mengetahui bahwa bahasa harus disampaikan dengan tepat, sebab jika tidak, maka komunikan bisa saja salah dalam menginterpretasikan tujuan pesan komunikasi.
4. Peranan Komunikator dalam Komunikasi
Seperti diketahui bahwa proses komunikasi mustahil terjadi apabila tidak ada komunikator sebagai penyampai pesan. Agar taktik komunikasi berjalan maksimal, dibutuhkan seorang komunikator yang bisa diterima oleh komunikannya. Oleh sebab kiprahnya yang sangat penting dalam sebuah proses komunikasi maka ada dua hal yang dituntut dari seorang komunikator. Menurut Onong[8] faktor penting seorang komunikator ada dua, yakni :
- a. Daya Tarik Sumber
Kemampuan seorang komunikator untuk terlibat dengan komunikatornya, sehingga mereka merasa ada kesamaan.
- b. Kredibilitas Sumber
Seorang komunikator yang mempunyai keahlian tertentu sanggup mengakibatkan dogma komunikan.
Berdasarkan kedua faktor diatas, kemampuan seorang komunikator dituntut juga untuk bisa berempatik dengan orang yang sedang diajak berkomunikasi, ia harus memahami suasana hati dan kondisi komunikannya.
Demikianlah pembahasan mengenai 4 komponen perumusan taktik komunikasi. dengan mengetaui komponen-komponen perumusan taktik tersebut akan memudahkan kita dalam menyusun taktik komunikasi, serta sanggup mencapai tujuan komunikasi secara efektif.
Referensi:
[1] Kustadi Suhandang, Strategi Dakwah: Penerapan Strategi Komunikasi dalam Dakwah, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014), Cet. 1, hlm.84.
[2] Onong Uchjana Effendy, Komunikasi Teori dan Praktek, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2006, hal 32
[3] Onong, Ibid., hal 36
[4] Onong, Ibid., hal 37
[5] Frank Jefkins, Public Relations Cet II, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2004, hal 61
[6] Onong Uchjana Effendy, Dimensi-Dimensi Komunikasi, Penerbit Alumni, Bandung, 1981, hal 61
[7] 16 Onong. Op.Cit., hal 37
[8] Onong, Op.Cit., hal 38
