Pengertian, Tugas Dan Unsur Komunikasi Pemasaran
Dalam bidang apapun tampaknya tak sanggup dipisahkan dari unsur komunikasi, begitupun dalam pemasaran. Dalam setiap aktivitas pemasaran, elemen yang sangat penting untuk diperhatikan yakni komunikasi. Dengan berkomunikasi, aktivitas pemasaran akan berlangsung dengan sedemikian rupa dan sanggup mencapai segala sesuatu yang diinginkan, salah satunya yakni terjadinya proses pembelian.
Pada tingkat dasar, komunikasi sanggup menginformasikan dan menciptakan konsumen potensial menyadari atas keberadaan produk yang ditawarkan. Komunikasi sanggup berusaha membujuk konsumen ketika ini dan konsumen potensial supaya berkeinginan masuk ke dalam kekerabatan pertukaran (exchange relationship). Komunikasi juga sanggup dijadikan sebagai pengingat bagi konsumen mengenai keberadaan produk, yang pada masa kemudian pernah dilakukan transaksi pertukaran pada produk ini. Selain itu, tugas lain dari komunikasi dalam pemasaran yakni untuk membedakan produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
Pada tingkatan yang lebih tinggi, tugas komunikasi tidak hanya pada pendukung transaksi dengan menginformasikan, membujuk, mengingatkan, dan membedakan produk, tetapi juga memberikan sarana pertukaran itu sendiri (Setiadi, 2003, hal. 250). Komunikasi pemasaran didefinisikan sebagai proses penyebaran gosip wacana perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya (offering) pada pasar sasaran (Sulaksana, 2003, hal.23). Sedangkan berdasarkan De Lozier (1994), dalam buku Sinergi Komunikasi Pemasaran: Integrasi Iklan, Public Relations, dan Promosi, komunikasi pemasaran yakni proses penyampaian dan perpaduan stimuli kepada sasaran pasar yang bertujuan untuk menjadikan respon dan minat akan produk serta membangun kanal untuk menerima, menginterpretasikan dan melaksanakan tindakan terhadap pesan dari pasar dengan maksud menyesuaikan wangsit perusahaan ketika ini dan mengidentifikasi peluang gres dalam berkomunikasi.
Komunikasi yakni aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Dalam dekade terakhir ini, komponen komunikasi pemasaran dalam bauran pemasaran menjadi penting. Bahkan telah diklaim bahwa “pemasaran di kurun 1990-an yakni komunikasi, dan komunikasi yakni pemasaran”. Keduanya tidak sanggup dipisahkan (Alifahmi, hal. 14).
Komunikasi pemasaran merupakan perjuangan untuk memberikan pesan kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan suatu produk di pasar. Konsep yang secara umum sering dipakai untuk memberikan pesan yakni apa yang disebut sebagai bauran promosi (promotional mix). Terdapat lima jenis bauran promosi yaitu iklan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), humas dan publisitas (publicity and public relations), penjualan personal (personal selling), dan pemasaran pribadi (direct marketing).
Komunikasi pemasaran memegang peranan yang sangat penting bagi pemasar. Tanpa komunikasi, konsumen maupun masyarakat secara keseluruhan tidak akan mengetahui keberadaan produk di pasar. Komunikasi pemasaran juga menyedot anggaran yang sangat besar, oleh sebab itu pemasar harus hati-hati dan penuh perhitungan dalam menyusun rencana komunikasi pemasaran. Penentuan siapa saja yang menjadi sasaran komunikasi sangat memilih keberhasilan komunikasi. Dengan penentuan sasaran yang tepat, proses komunikasi akan berjalan efektif dan efisien (Sutisna, 2001, hal. 268).
Berdasarkan paradigma Harold Laswell, komunikasi yakni proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menjadikan imbas tertentu (Uchjana, 2003, hal.10). Berikut model proses komunikasi yang ditampilkan Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam bukunya, Manajemen Pemasaran, sesuai dengan paradigma Harold Laswell yang telah disinggung sebelumnya.
![]() |
| Bagan Model Proses Komunikasi Sumber: Kotler & Keller. “Manajemen Pemasaran” Edisi 12. Benyamin Molan. Terjemahan. Jakarta: PT. Indeks. 2007. Hal 588. |
Dalam proses komunikasi tersebut, elemen-elemen di dalamnya sanggup diaplikasikan sebagai pemasaran. Dimana sender sebagai elemen utama merupakan perusahaan yang memproduksi dan menjual produk. Biasanya, perusahaan memakai agen jasa iklan dalam memasarkan produknya tapi ada pula yang melaksanakan pemasaran sendiri (in- house marketing). Encoding yakni mengkomunikasikan ide-ide pemasaran yang ditransformasikan dalam bentuk yang sanggup menarik perhatian. Sedangkan message merupakan proses komunikasi pemasaran. Dan media sebagai kanal komunikasi ibarat tv, radio, koran atau billboard. Decoding yakni persepsi konsumen yang terbentuk ketika mereka mendapatkan pesan dari pemasar. Receiver yakni sasaran audiens yang menjadi sasaran oleh pemasar dan masyarakat pada umumnya. Response yakni jawaban atau reaksi pada target audiens sanggup berupa pembelian, pertanyaan, komplain dan kunjungan ke website atau toko. Noise yakni banyaknya pesaing yang juga ingin memberikan pesan kepada audiens sejenis sehingga terjadi penerimaan gosip yang overload oleh konsumen. mengenai pembahasan lebih lanjut mengenai unsur komunikasi sanggup Sobat baca di Penjelasan Lengkap Mengenai Unsur-Unsur Komunikasi.
Pemasar harus mengefektifkan penggunaan komunikasi. Mereka harus memastikan sasaran audiens sanggup mendapatkan pesan sebaik-baiknya, dengan kemungkinan adanya noise sekecil mungkin (Kotler & Keller, 1988, hal. 588-591). Hal penting yang harus diperhatikan dan dipelajari oleh produsen ataupun pemasar di dalam proses komunikasi pemasaran yakni proses terciptanya sebuah komunikasi. Dengan pemahaman fundamental dan awal tersebut, maka pemasar sanggup menyusun konsep komunikasi pemasaran dengan baik.
Demikian artikel kali ini mengenai komunikasi pemasaran, semoga bermanfaat. Bantu kami supaya semakin baik lagi dengan cara memberikan kritik dan saran melalui komentar. kalau Sobat merasa artikel ini bermanfaat, silahkan bantu share supaya semakin banyak orang yang mencicipi manfaatnya.

