Perjalanan Pertamaku Ke Pangkal Pinang
Setelah sekian usang tak muncul, kali ini aku akan membagikan pengalaman perjalanan aku yang tak terpola dan tiba-tiba untuk kesekian kalinya. Ini ialah kisah perjalanan aku menuju sebuah kota yang merupakan ibukota provinsi Bangka Belitung. Ada yang tahu? Yups benar, Pangkal Pinang.
Memang sudah cukup usang aku ingin ke Bangka Belitung, namun sayangnya belum juga kesampaian. Akhirnya kini aku diberikan kesempatan untuk menapakan kaki di kota Pangkal Pinang. Sungguh aku merasa sangat senang dan senang sebab balasannya dapat ke Pangkal Pinang, namun disisi lain aku juga merasa duka dan resah sebab begitu mendadak.
Perjalanan dari Palembang menuju pangkal pinang aku mulai pada pukul 04.30 dari kawasan tinggal saya. Ketika itu aku diantar oleh saudara sepupu aku menuju bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II menghunakan sepeda motor. Kami menyusuri jalanan yang masih sepi dan lengang dengan cepat, mengingat cuaca pagi itu cukup dingin. Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 05.00 kami telah hingga di bandara.
Jadwal keberangkatan yang seharusnya pukul 06.10 dikala itu, delai hingga pukul 07.00 dikarenakan dikala itu cuaca jelek dan berkabut. Akhirnya sekitar pukul 09.00 sampailah aku di Bandara Depati Amir kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Beragam perasaan tercampur dikala itu.
![]() |
| Suasana kawasan kedatangan Bandara Depati Amir |
Setibanya di bandara aku mencari pengganjal perut di mini market di area bandara. Yah, sekedar santai sembari menunggu jemputan. Di area bandara adq berbagai supir taksi yang mengatakan jasanya. Namun sebab sudah ada jemputan balasannya aku berceloteh ria sama abang-abang supir taxi dan ojek di area bandara Depati Amir.
![]() |
| Suasana parkiran Bandara Depati Amir |
Akhirnya sehabis cukup usang menunggu jemputan aku tiba, kamipun bergegas meninggalkan. Perjalanan dari bandara Depati Amir menuju sentra kota Pangkal Pinang dapat ditempuh sekitar 30 menit memakai transportasi pribadi. Saya juga sempat diajak berkeliling dan mampir di beberapa kawasan tongkrongan di kota Pangkal Pinang.
Sekian dulu ya sob kisah aku kali ini. Tunggu cerita-cerita aku berikutnya ya sob. Dukung terus blog ini dengan mengatakan komentar, kritik serta saran untuk membangun blog ini.



